oleh

Orang Gila Punya Hak Suara

LAHAT – Setiap warga Negara Indonesia mempunyai hak untuk memilih. Tak terkecuali bagi orang dalam gangguan jiwa alias orang gila, dan narapidana.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lahat, Nana Priana SHI, bahwa penderita gangguan kejiwaan mempunyai hak memilih selama dinyatakan siap oleh keluarga dan pihak yang merawatnya.

“Boleh memilih dengan diarahkan pihak yang membantu seperti keluarga. Sempat kita baca peruturan MK dan perundangan-undangan yang tertera pada nomor 7 tahun 2017,” kata Nana Priana, Minggu (03/04).

Sementara, sejauh regulasi, seseorang bisa dinyatakan orang gila (orgil) jika ada keterangan dari dokter jiwa yang menyatakan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Tetapi kalau tidak ada keterangan tetap masuk ke DPT. “Ada hak-nya untuk menyakurkan suara,” katanya.

Selain itu, untuk narapidana alias warga binaan di Lapas Kelas IIA Lahat bisa turut menggunakan suaranya dalam Pemilu 2024. Namun yang menjadi kendala, banyak warga binaan belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Kita koordinasikan bersama Disdukcapil Lahat, supaya warga binaan yang belum punya adminduk NIK bisa ikuti perekaman. Nanti dilakukan setelah memasuki tahapan pemilu,” ucap Nana Priana.

Baca Juga