oleh

OPD Harus Punya Peta Resiko dalam Bekerja

Lahat – Bupati Lahat, Cik Ujang SH, didampingi Wabup Lahat, Haryanto SE MM MBA, buka Bimtek Penilaian Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi. Bimtek ini tindak lanjut dari diraihkan Kapabilitas Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Level 3 dari Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan, Rabu (4/7) lalu.

Bupati Lahat mengatakan, seluruh OPD jajaran Pemkab Lahat serius mengikuti Bimtek ini hingga selesai. SPIP ini penting guna mengukur kematangan Level 3 yang didapat oleh Pemkan Lahat, agar poencapaian itu bukan hanya sekedar pormalitas, tetapi terbukti dari kemampuan OPD dalam meminimalisir resiko dalam bekerja.

“Nantinya seluruh OPD harus menerapkan SPIP terintegritas ini, tidak sekedar mempelajari materinya saja,” ujar Bupati Lahat, di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat, Kamis (19/8).

Bupati Lahat menambahkan, Bimtek ini wujud komitmen Pemkab Lahat dalam memperbaiki kinerja OPD. Hadirnya tim Korwas BPKP perwakilan Sumsel ini harus memberikan hasil maksimal dalam penilaian nantinya.

“Saya berharap seluruh ASN meningkatkan kinerja secara maksimal, agar apa yang jadi target bisa tercapai. Lahat sudah berada di level 3, bukan alami penuruanan tapi berupaya mengejar level lebih tinggi,” sampainya.

Sementara, Inspektur Inspektorat Kabupaten Lahat, Yunizar Rahman Sip MM menjelaskan, sebelumnya SPIP ini hanya dijalankan oleh Inspektorat namun kedepan akan digunakan juga oleh seluruh OPD secara terintegrasi. Pasalnya dengan diraihnya predikat Level 3, tandanya Lahat sudah bisa memiliki kemampuan penataan peta resiko tiap OPD.

“Kasubag perencanaan nanti akan jadi ujung tombak dalam pengawasan, karena akan menjalankan sistem ini. Peta resiko dari tiap pekerjaan terkait pendanaan, waktu pelaksanaan, jarak dan resiko lainnya, nantinya akan terlihat,” jelas Yunizar.

Disisi lain, perwakilan BPKP Sumsel, BPKP Sumsel, Sahrizal Ali menuturkan, SPIP ini sebenarnya sudah familiar, SPIP dianggap penting karena dalam menjalankan roda pemerintahan harus transfaran. Selain itu, sistem pemerintahan ini akan semakin berkembang dan tantangan akan semakin tinggi untuk dijalankan.

“Level 3 ini sudah tertinggi saat ini, menunjukkan bahwa dalam hal tata kelola keuangan juga pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lahat, sudah semakin baik, efektif dan efisien,” tutur Sahrizal Ali.

Penulis : Heru

Baca Juga