oleh

Laporan Pengaduan Sampai Kementerian ESDM RI, Choirul Harap Mereka Turun ke Lapangan

LAHATPOS.SUMEKS.CO, Lahat – Setidaknya, ada 18 instansi, yang mendapatkan tembusan surat laporan pengaduan, soal sengketa tanah antara, Muhammad Choirul dengan PT MIP dan Lukman. Surat pengaduan terakhir ditujukan kepada Kantor Kementerian ESDM RI. Surat ini terima oleh Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM RI, No. 01/LAPDU/MSY-DTP/LS/I/2022. Selanjutnya, surat pengaduan itu akan salurkan ke Dirjen, berkenaan dengan permasalahan ini. Tanah sengketa ini berada di Ataran Padang Seratus/Sungai Petai, Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Choirul berharap, Kementerian ESDM RI dan pihak pihak terkait, yang sudah mendapatkan tembusan surat pengaduan, dapat turun dan mengecek kebenaran laporan ini.

Ada 18 instansi. Yakni, Gubernur Sumsel, Bupati Lahat, Kejaksaan Agung RI, Ombudsman RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Minerba Tebet Jakarta Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel, Komisi VII DPR RI, Komisi III DPRD Provinsi Sumsel.

Kemudian, Komisi III DPRD Kabupaten Lahat, Dinas ESDM Provinsi Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat, Dinas ESDM Kabupaten Lahat, Mabes Polri, Polda Sumsel, Polres Lahat, PT.MIP dan CV.TPL.

“Demi keadilan, saya sangat berharap pihak pihak terkait tersebut dapat membantu penyelesaian permasalahan ini. Karena sampai saat ini, terkait permasalahan yang saya hadapi, seperti tidak akan ada penyelesaiannya,” ujarnya, Jumat (14/2/2022).

Lanjut Choirul, bahkan pihak PT MIP terkesan cuek dan sengaja mengulur-ulur. Dari tahun 2014 sampai sekarang. Dirinya hanya terima harapan semu, tanpa realisasi. “Bahkan kesepakatan-kesepakatan yang sudah buat dari 2014 pun, mereka langgar,” tegasnya.

Baca Juga