300 Ribu Guru Madrasah Non PNS akan Terima Insentif

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan pencairan insentif bagi sekitar 300 ribu guru madrasah non-PNS dilakukan pada September 2021.

Pencairan insentif diharapkan bertujuan untuk memotivasi mereka agar terus meningkatkan kompetensi serta mutu pendidikan.

“Petunjuk teknis pencairan insentif guru madrasah yang bukan PNS sedang dalam tahap finalisasi. Saya minta Ditjen Pendidikan Islam untuk bisa segera melakukan proses pencairan. Targetnya September sudah mulai cair,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/8).

Menag menjelaskan nilai insentif yang dikucurkan mencapai Rp647 miliar. Insentif ini diberikan kepada guru non-PNS pada tingkatan sekolah raudlatul athfal (RA), madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA).

Ia berharap dengan diberikannya dana insentif ini terjadi peningkatan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di RA dan madrasah.

“Kami alokasikan insentif untuk sekitar 300 ribu guru madrasah bukan PNS dengan anggaran mencapai Rp647 miliar,” kata dia.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani mengatakan insentif akan diberikan kepada guru yang memenuhi kriteria. Total kuota yang ada, kata dia, telah dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah guru setiap provinsi. Jawa Timur menjadi provinsi dengan kuota terbanyak, karena jumlah guru madrasah non-PNS juga paling banyak.

“Sebelumnya, anggaran insentif guru ada di daerah. Untuk 2021 pencairan insentif dilakukan secara terpusat, melalui anggaran Ditjen Pendidikan Islam. Tunjangan insentif bagi guru bukan PNS pada RA/madrasah disalurkan kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan,” ujarnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan M. Zain mengatakan kriteria guru non-PNS yang berhak mendapat insentif itu, yakni aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama), belum lulus sertifikasi, memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Kemudian, guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama, berstatus sebagai guru tetap madrasah, yaitu guru bukan pegawai negeri sipil yang diangkat oleh pemerintah/pemerintah daerah, kepala madrasah negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat dua tahun.

“Diprioritaskan bagi guru yang masa pengabdiannya lebih lama dan ini dibuktikan dengan surat keterangan lama mengabdi,” kata dia.

Lalu, memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV, memenuhi beban kerja minimal enam jam tatap muka di Satminkalnya, bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama, belum usia pensiun (60 tahun), tidak beralih status dari guru RA dan madrasah, tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/madrasah, dan tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif atau legislatif.

“Terakhir, tunjangan insentif dibayarkan kepada guru yang dinyatakan layak bayar oleh Simpatika. Ini akan dibuktikan dengan surat keterangan layak bayar,” kata dia. (riz/fin)

BERITA TERBARU

Terancam Hukuman Mati

LAHATPOS.CO, Pagar Alam – Inisial S (68), pelaku pembunuh istri sirinya inisial W (63), terancam hukuman mati.Dalam jumpa pers Kapolres Pagar Alam AKBP Arif...

Pasal Surat Tanah, Motif Suami Bunuh Istri

LAHATPOS.CO, Pagar Alam - Dalam jumpa pers Kapolres Pagar Alam AKBP Arif Harsono SIk didampingi Kasat Reskrim Kota Pagar Alam AKP Najamuddin, mengungkapkan inisial...

Bujang Empat Lawang Terpilih Jadi Putra Sriwijaya 2021

LAHATPOS.CO, Empat Lawang - Kabupaten Empat Lawang menjadi yang terbaik tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam ajang grand final pemilihan Putra Putri Sriwijaya (PPS)...

Anak Pelaku Kaget Bapaknya Nikahi Korban

LAHATPOS.CO, Pagar Alam - Samsu Sulaiman (68), pelaku pembunuhan mayat perempuan yang terbungkus didalam karung, merupakan seorang yang sehari hari bekerja sebagai pencari rongsokan...

Lagi, Emak emak Merapi Barat Unjuk Rasa

LAHATPOS.CO, Lahat - Sekitar 30 perempuan tergabung dalam Ikatan Emak Emak Peduli Lingkungan Merapi Barat (IIPLMB), kembali unjuk rasa di halaman Dewan Perwakilan Rakyat...

Sekda Chandra Buka Rapat Kerja PWI Lahat 2022

LAHATPOS.CO, Lahat - Bertempat di aula Hotel Bukit Serelo Kabupaten Lahat, Bupati Lahat Cik Ujang SH melalui Sekda Chandra SH MM membuka Rapat Kerja...

Dandim Terima Piagam Penghargaan dari PWI Lahat

LAHATPOS.CO, Lahat - Dandim 0405 Lahat, Letkol Kav Shawaf Al Amin SE MSi menerima piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat.Penyerahan penghargaan...

Pelantikan Pengurus Mabiran, Kwarran, dan Dewan Kerja Ranting Merapi Timur Berjalan Sukses dan Lancar

LAHATPOS.CO, Merapi Timur - Acara Pelantikan Pengurus Mabiran, Kwarran, dan Dewan Kerja Ranting Merapi Timur oleh Kwarcab Lahat berjalan sukses dan lancar, Jumat (15/10/2021). Pelantikan...

BKPSDM Lahat Luncurkan Sipeti

LAHATPOS.CO, Lahat - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lahat, kembali luncurkan inovasi baru untuk pengembangan kompetensi ASN di lingkup Pemkab...